KOMPAS.TV - Israel menyetujui gencatan senjata dengan Iran yang tahapannya dikoordinasikan Amerika Serikat.
Meski demikian, situasi konflik masih rawan. Potensi berbalas serangan rudal masih terjadi melewati tenggat gencatan senjata.
Presiden Amerika Serikat yang merasa punya peran dalam gencatan senjata itu, murka karena Israel maupun Iran sama-sama melanggar kesepakatan.
Kedua pihak masih saling serang. Setelah gencatan senjata, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengklaim negaranya meraih kemenangan bersejarah.
Ia menegaskan serangan Israel berhasil menghancurkan dua ancaman sekaligus: program nuklir Iran dan proyek 20 ribu rudal balistik yang sedang dibangun Teheran.
Iran dan Israel sepakat gencatan senjata. Namun, apakah kesepakatan ini bisa berlangsung lama? Faktor apa saja yang bisa mengoyak kesepakatan ini?
Kami akan membahasnya bersama pengamat hubungan internasional UI, Suzie Sri Sudarman, dan Kapuspen TNI 20102014, Iskandar Sitompul.
Baca Juga Gencatan Senjata Israel-Iran oleh Donald Trump Bukan Sinyal Perdamaian? Rupanya Ini Tujuannya| SINAU di https://www.kompas.tv/video/601688/gencatan-senjata-israel-iran-oleh-donald-trump-bukan-sinyal-perdamaian-rupanya-ini-tujuannya-sinau
#iran #israel #gencatansenjata #amerikaserikat
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/601690/full-as-bom-iran-hanya-untuk-memuaskan-israel-dan-bersifat-simbolik-ini-kata-pengamat